Daftar Isi
- Akhir Pekan yang "Terbajak"
- Rahasia Dasar: Rumus Prompt yang Efektif
- Prompt 1: The Lesson Planner (Pembuat Modul Ajar Kilat)
- Prompt 2: The Ice Breaker (Pembangkit Suasana)
- Prompt 3: The Analogy Master (Penyederhana Konsep Sulit)
- Prompt 4: The Question Generator (Bank Soal HOTS)
- Prompt 5: The Rubric Maker (Pembuat Pedoman Nilai)
- Prompt 6: The Storyteller (Materi Literasi)
- Prompt 7: The Differentiaor (Rencana Remedial & Pengayaan)
- Bagian Penting: Sentuhan Manusia (The Human Touch)
- Studi Kasus: Pak Dimas dan Akhir Pekan yang Kembali
- Kesimpulan: Jangan Takut, Jangan Anti
Akhir Pekan yang “Terbajak”
Hari Minggu sore.
Seharusnya, ini adalah waktu untuk Anda menyeduh teh, bermain dengan anak, atau sekadar leyeh-leyeh menonton serial favorit. Tapi kenyataannya? Laptop Anda menyala panas di atas meja.
Di layar, kursor berkedip-kedip mengejek di halaman kosong Microsoft Word.
“Besok masuk materi baru. Modul Ajar belum bikin. Soal ulangan harian belum ada. Ide ice breaking? Nol besar.”
Bapak/Ibu Guru, saya tahu rasanya.
Rasa bersalah karena tidak produktif, bercampur dengan rasa lelah karena tugas administrasi yang seolah tidak ada habisnya. Seringkali, energi kita habis bukan di dalam kelas saat menghadapi siswa, melainkan di depan laptop saat “mengarang indah” dokumen administrasi.
Tapi, bagaimana jika saya katakan bahwa Anda bisa menyelesaikan draf Modul Ajar, 10 soal pilihan ganda (lengkap dengan kunci jawaban), dan ide permainan kelas hanya dalam waktu 10 menit?
Bukan, ini bukan sihir. Dan bukan, ini bukan berarti kita malas atau curang.
Ini namanya Bekerja Cerdas di Era AI.
Selamat datang di Radar Teknologi. Hari ini, kita akan berkenalan dengan asisten pribadi baru Anda yang bekerja 24 jam sehari, tidak pernah mengeluh, dan gratis. Namanya ChatGPT.
Namun, ChatGPT itu ibarat jin dalam lampu Aladdin. Dia hanya akan memberikan apa yang Anda minta. Jika permintaan (prompt) Anda salah, hasilnya pun kacau. Banyak guru mencoba AI lalu kecewa karena hasilnya “kaku” atau “ngaco”. Masalahnya bukan pada AI-nya, tapi pada cara kita memerintahnya.
Di artikel ini, saya tidak akan memberi teori rumit. Saya akan memberikan 7 “Mantra” (Prompt) Siap Copy-Paste yang akan mengubah cara kerja Anda selamanya. Siapkan kopi Anda, mari kita ambil alih kembali akhir pekan Anda.
Rahasia Dasar: Rumus Prompt yang Efektif
Sebelum masuk ke 7 mantra ajaib, Anda perlu tahu satu rahasia kecil agar ChatGPT patuh. Jangan bicara padanya seperti mesin pencari Google. Bicaralah padanya seperti Anda bicara pada Asisten Magang.
Rumus Prompt Terbaik:
PERAN + TUGAS SPESIFIK + KONTEKS MURID + FORMAT OUTPUT
- Salah: “Buatkan soal matematika.” (Terlalu umum).
- Benar: “Bertindaklah sebagai Guru SD. Buatkan 5 soal cerita matematika tentang pecahan untuk siswa kelas 3 SD yang suka sepak bola. Sertakan kunci jawaban.” (Spesifik & Kontekstual).
Sudah paham? Mari kita masuk ke menu utamanya.
Prompt 1: The Lesson Planner (Pembuat Modul Ajar Kilat)
Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka itu melelahkan karena komponennya banyak (Tujuan Pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila, Pemantik, dll). Biarkan AI membuatkan kerangkanya, Anda tinggal memoles isinya.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Bertindaklah sebagai ahli kurikulum dan guru profesional. Saya ingin mengajarkan materi [MASUKKAN MATERI, MISAL: SIKLUS AIR] untuk siswa kelas [MASUKKAN KELAS, MISAL: 5 SD].
Tolong buatkan draf Modul Ajar Kurikulum Merdeka untuk 1 kali pertemuan (2×35 menit) dengan struktur:
- Tujuan Pembelajaran yang spesifik (ABCD).
- Elemen Profil Pelajar Pancasila yang relevan.
- Pertanyaan Pemantik yang memancing rasa ingin tahu (bukan pertanyaan hafalan).
- Kegiatan Inti yang menggunakan metode [MASUKKAN METODE, MISAL: PROJECT BASED LEARNING]. Pastikan kegiatannya seru dan aktif.
- Asesmen Formatif sederhana di akhir kelas.
Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan aplikatif.”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Prompt ini memaksa AI untuk tidak hanya memberi teori, tapi memberikan langkah-langkah kegiatan (Activity) yang seru. Bagian “Pertanyaan Pemantik” biasanya adalah bagian tersulit bagi guru, dan AI sangat jago membuatnya.
Prompt 2: The Ice Breaker (Pembangkit Suasana)
Pernah masuk kelas di jam terakhir? Siswa mengantuk, lapar, dan tidak fokus. Jika Anda langsung masuk ke materi, Anda “bunuh diri”. Anda butuh hook atau pancingan.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Saya akan mengajar kelas [MASUKKAN KELAS, MISAL: 8 SMP] di jam terakhir. Murid-murid terlihat lelah dan mengantuk. Materi hari ini adalah [MASUKKAN MATERI, MISAL: TEKANAN ZAT PADAT].
Berikan saya 3 ide Ice Breaking atau Apersepsi yang:
- Berhubungan dengan materi tersebut.
- Hanya memakan waktu 5-7 menit.
- Melibatkan gerakan fisik atau humor.
- Tidak membutuhkan alat peraga yang rumit (cuma spidol atau benda sekitar kelas).”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Guru sering kehabisan ide game. Dengan prompt ini, Anda meminta game yang low-budget (tanpa alat) tapi high-impact. AI mungkin akan menyarankan game seperti “Adu Kuat Dorong Meja” untuk materi Tekanan, yang pasti akan membangunkan siswa.
Prompt 3: The Analogy Master (Penyederhana Konsep Sulit)
Menjelaskan konsep abstrak (seperti Atom, Demokrasi, atau Algoritma) kepada anak-anak itu sulit. Otak anak butuh jembatan konkret. ChatGPT adalah raja analogi.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Saya kesulitan menjelaskan konsep [MASUKKAN KONSEP SULIT, MISAL: CARA KERJA JANTUNG] kepada siswa kelas [KELAS]. Penjelasan di buku paket terlalu rumit dan membosankan.
Tolong buatkan 2 variasi analogi atau perumpamaan sederhana yang menggunakan benda-benda sehari-hari atau hal yang disukai anak-anak (seperti game/kartun) untuk menjelaskan konsep tersebut agar mereka langsung paham dalam sekali dengar.”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Alih-alih menjelaskan Jantung dengan istilah medis (atrium/ventrikel), AI mungkin akan menyarankan analogi “Rumah dengan 4 Kamar dan Pipa Air”. Ini membuat materi menempel di otak siswa jangka panjang.
Prompt 4: The Question Generator (Bank Soal HOTS)
Ini adalah penghemat waktu terbesar. Membuat soal pilihan ganda yang baik (dengan pengecoh/distractor yang logis) itu susah. Membuat soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) lebih susah lagi. Serahkan pada AI.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Buatkan 10 soal pilihan ganda (Multiple Choice) tentang [MATERI] untuk level [KELAS].
Spesifikasi Soal:
- 3 Soal level C1-C2 (Mengingat/Memahami).
- 7 Soal level C4-C5 (Menganalisis/Mengevaluasi/HOTS). Hindari pertanyaan ‘Apa yang dimaksud dengan…’. Gunakan studi kasus atau penyajian data.
- Sertakan Kunci Jawaban dan Pembahasan singkat untuk setiap soal.
- Pastikan pilihan jawaban pengecohnya (distractor) logis dan tidak terlalu mudah ditebak.”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Anda langsung mendapatkan paket lengkap: Soal, Kunci, dan Pembahasan. Perhatikan permintaan “Distractor logis”—ini mencegah AI membuat pilihan jawaban bodoh (misal: A. Soekarno, B. Batman, C. Superman).
Prompt 5: The Rubric Maker (Pembuat Pedoman Nilai)
Kurikulum Merdeka menuntut asesmen yang objektif. Tapi membuat rubrik penilaian untuk tugas esai atau proyek itu memusingkan.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Saya memberikan tugas proyek kepada siswa berupa [JENIS TUGAS, MISAL: MEMBUAT POSTER HEMAT ENERGI].
Tolong buatkan Tabel Rubrik Penilaian yang detail dengan 4 kriteria penilaian (misalnya: Kreativitas, Kesesuaian Konten, Kerapian, Presentasi).
Buat dalam skala 1 sampai 4 (1=Perlu Bimbingan, 4=Sangat Mahir). Deskripsikan secara spesifik apa yang harus ada di setiap skor agar saya mudah menilainya. Sajikan dalam format Tabel.”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Hasilnya bisa langsung Anda copy ke Word/Excel. Deskripsi yang spesifik (misal: Skor 4 jika gambar orisinil dan warna kontras) membantu Anda menghindari komplain siswa/orang tua soal nilai yang “subjektif”.
Prompt 6: The Storyteller (Materi Literasi)
Ingin membuat soal literasi ala AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) tapi bingung cari teks bacaannya? Minta AI menuliskan ceritanya untuk Anda.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Tuliskan sebuah cerita pendek (sekitar 300 kata) yang menarik dan inspiratif untuk anak usia [USIA SISWA].
Topik cerita: [TOPIK, MISAL: PERSAHABATAN YANG JUJUR].
Di dalam cerita, selipkan fakta-fakta tentang [MATERI PELAJARAN, MISAL: SIFAT-SIFAT CAHAYA] secara halus.
Setelah cerita, buatkan 3 pertanyaan esai yang menguji kemampuan literasi (menemukan informasi tersirat dan tersurat).”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Ini adalah teknik Hybrid Learning. Anda mengajarkan karakter (kejujuran) sekaligus materi IPA (cahaya) dalam satu bacaan. Siswa tidak merasa sedang belajar, tapi sedang membaca dongeng.
Prompt 7: The Differentiaor (Rencana Remedial & Pengayaan)
Kelas Anda pasti beragam. Ada yang cepat paham, ada yang butuh waktu. Guru yang baik melayani keduanya, tapi merancang tugas berbeda itu menyita waktu.
👉 Copy-Paste Prompt Ini:
“Saya baru saja mengajarkan materi [MATERI].
Tolong berikan ide kegiatan tindak lanjut untuk dua kelompok siswa:
- Kelompok Remedial (Belum paham): Berikan 1 aktivitas sederhana dan konkret untuk mengulang konsep dasar dengan cara yang menyenangkan (bukan sekadar mengerjakan LKS lagi).
- Kelompok Pengayaan (Sudah mahir): Berikan 1 tantangan proyek mini atau studi kasus yang lebih kompleks untuk mengasah nalar kritis mereka.”
Kenapa Prompt Ini Ajaib?
Ini menyelamatkan Anda dari rasa bersalah meninggalkan anak yang lambat, atau membiarkan anak pintar bosan. Ide “aktivitas konkret” untuk remedial biasanya sangat membantu siswa yang tipe belajarnya kinestetik.
Bagian Penting: Sentuhan Manusia (The Human Touch)
Bapak/Ibu Guru, meskipun 7 prompt di atas terlihat ajaib, ada satu hal yang tidak boleh Anda lupakan: AI adalah Copilot, Anda adalah Pilotnya.
Jangan pernah copy-paste mentah-mentah hasil dari ChatGPT langsung ke hadapan siswa tanpa dibaca ulang.
Mengapa?
- AI Bisa Halusinasi: Kadang dia mengarang fakta sejarah atau rumus fisika yang terlihat meyakinkan tapi salah. Anda wajib memverifikasi (Cek Fakta).
- Konteks Budaya: AI mungkin memberi contoh “Musim Salju” untuk analogi, padahal murid kita di Indonesia. Ubah menjadi “Musim Hujan”.
- Emosi: Bahasa AI kadang terlalu baku. Tambahkan sapaan khas Anda, lelucon lokal, atau nama-nama siswa Anda dalam soal cerita agar lebih akrab.
Ingat: Teknologi diciptakan untuk memudahkan administrasi, supaya Anda punya sisa energi untuk menyentuh hati. Jangan biarkan teknologi justru membuat Anda malas berpikir, tapi gunakan untuk memantik kreativitas.
Studi Kasus: Pak Dimas dan Akhir Pekan yang Kembali
Pak Dimas adalah guru IPA SMP yang biasanya menghabiskan hari Minggu malam dengan stres. “Besok ulangan harian, soal belum buat,” keluhnya.
Minggu lalu, Pak Dimas mencoba Prompt No. 4 (Bank Soal).
Dalam 2 menit, ChatGPT menyajikan 15 soal tentang “Sistem Pencernaan” lengkap dengan kunci jawaban.
Pak Dimas membaca hasilnya. Ada 2 soal yang bahasanya terlalu tinggi, ia edit sedikit. Ada 1 soal yang jawabannya keliru, ia perbaiki. Sisanya? Sempurna.
Total waktu kerja: 12 Menit.
Sisa waktu Minggu malam: Dipakai nonton bola.
Besoknya di kelas, Pak Dimas masuk dengan senyum lebar. Energinya full. Murid-muridnya senang karena soal ulangannya variatif dan pembahasannya jelas. Pak Dimas tidak lagi menjadi “Guru Lelah”, ia kembali menjadi “Guru Asik”.
Kesimpulan: Jangan Takut, Jangan Anti
Dunia pendidikan sedang berubah cepat. Jika kita menutup mata pada AI, kita akan tertinggal dan kelelahan sendiri. Namun jika kita merangkulnya dengan bijak, AI bisa menjadi alat terampuh untuk mengembalikan Kemerdekaan Waktu bagi guru.
Gunakan 7 prompt di atas. Eksperimenlah. Salah sedikit tidak apa-apa.
Karena pada akhirnya, tujuan kita bukanlah menjadi administrator yang sempurna, melainkan menjadi pendidik yang bahagia. Guru yang bahagia akan mengajar dengan cinta, dan murid yang diajar dengan cinta akan belajar dengan gembira.
Selamat mencoba, dan selamat menikmati waktu luang tambahan Anda!
Ingin Simpan Mantra Ini?
Menghafal 7 prompt di atas mungkin sulit. Jangan khawatir, kami sudah merapikannya dalam satu lembar PDF Cheat Sheet (Contekan) Prompt Guru yang bisa Anda simpan di HP atau laptop.
👉 [Klik Di Sini untuk Download PDF 7 Prompt Ajaib Gratis]
P.S. Di dalam PDF tersebut, ada bonus 3 Prompt tambahan khusus untuk Wali Kelas menangani masalah siswa!
Artikel ini dipersembahkan oleh Radar Teknologi – Jeda Jam Kosong. Membantu guru melek teknologi tanpa bikin pusing.